Peringati Harkitnas 2026, FKUI Gelar Orasi Ilmiah, Peluncuran Buku Dokter Juga Manusia dan Raker ILUNI FKUI

Spread the love

Cakrawala Merah, Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) menggelar Orasi Ilmiah, Peluncuran Buku dan Rapat Kerja ILUNI UI dalam satu rangkaian acara yang diselenggarakan pada Rabu (20/05/2026) di Ruang Teaching Theater Lantai 6, Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) FKUI.

Dalam acara yang mengusung tema “Kebangkitan Nasional 2026: Membangun Kesehatan Nasional yang Lebih Manusiawi” turut hadir, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR, sebagai Keynote Speaker dan Orasi Ilmiah oleh Brigjen TNI (Pur) dr Dewi Puspitorini, SpP, MARS, MH, Ketua FIAKSI (Forum Komunikasi Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Indonesia), serta sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed, Sp.P(K), yang menggarisbawahi peran FKUI sebagai konstruktor pengetahuan dan inkubator pemimpin kesehatan masa depan.

Ketua Umum ILUNI FKUI, Marsekal Pertama TNI (Purn.) Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS, Subsp. N-TB, Sp.KP, AAK, menyampaikan bahwa pemilihan tema “Kesehatan Nasional yang Lebih Manusiawi” bukanlah kebetulan.

“Hari Kebangkitan Nasional lahir dari sebuah sekolah kedokteran, STOVIA, pada 20 Mei 1908. Sejak hari pertama, kebangkitan bangsa ini telah melibatkan kepedulian tenagamedis dan kemanusiaan. Hari ini, 118 tahun kemudian, kita ingin mengembalikan inti itu — bahwa di tengah modernisasi sistem kesehatan kita, manusia harus tetap menjadi pusat dari setiap kebijakan dan setiap pelayanan,” ujar Dr. Wawan.

Lebih lanjut, Dr. Wawan menegaskan bahwa ILUNI FKUI memandang dirinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung enam pilar transformasi kesehatan nasional, namun sekaligus sebagai penjaga suara hati nurani yang jujur dari profesi kedokteran. 

Dalam acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini juga diadakan peluncuran resmi buku kumpulan cerpen “Dokter Juga Manusia” yang ditulis oleh Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS, Subsp. N-TB, Sp.KP, AAK, Buku ini berisi 25 cerita pendek yang mengangkat sisi-sisi manusiawi profesi dokter — sebuah dimensi yang kerap luput dari diskursus publik tentang dunia kedokteran.

“Buku ini adalah ikhtiar kecil untuk mengingatkan kita semua bahwa di balik jas putih, ada manusia. Dan di hadapan kita, di kursi pasien, juga ada manusia. Pertemuan dua manusia inilah yang menjadi jiwa kedokteran,” kata Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS(K).

Dr Wawan berharap buku “Dokter Juga Manusia” diharapkan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas — tidak hanya kalangan medis, tetapi juga masyarakat umum, mahasiswa, dan para pengambil kebijakan — sebagai bahan refleksi bersama tentang wajah manusiawi pelayanan kesehatan di Indonesia.

Saat ditemui usai peluncuran buku, Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS, Subsp. N-TB, Sp.KP, AAK, juga menyampaikan pandangan dan empatinya terhadap insiden sakit hingga meninggal dunia yang dialami sejumlah dokter yang bertugas di daerah termasuk daerah pedalaman.

“Program internships yang sudah berlangsung sejak tahun 2010 ini merupakan program yang bagus tapi bagaimana implementasinya setelah 18 kita berharap semakin baik, tapi tiba-tiba kita dikagetkan dengan insiden tersebut, untuk itu kita akan terus perjuangkan agar regulasi dan peningkatan 

Lebih lanjut menurutnya, untuk menampung laporan, pengaduan, serta mengatasi berbagai kendala dan persoalan yang dihadapi para dokter maupun internship di lapangan, FKUI segera menindaklanjuti dengan membuka posko pengaduan.

“Berangkat dari laporan rekan-rekan dokter dan alumni terkait kondisi para dokter di lapangan, FKUI bergerak cepat membuka posko pengaduan dan kami siap membantu” imbuhnnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum FIAKSI, Brigjen TNI (Purn.) dr. Dewi Puspitarini, Sp.K(K),MARS,MH., menyampaikan bahwa pihaknya menghimbau kepada seluruh perwakilan Forum Komunikasi Alumni yang terdapat di 5 Korwil untuk menjalin hubungan yang erat dengan para anggotanya sehingga setiap persoalan yang terjadi dilapangan, dapat terdokumentasi secara baik.

“Kita menghimbau kepada setiap Ikatan Alumni untuk selalu dekat dengan para anggota atau alumninya” pungkasnya

Dengan adanya posko pengaduan yang disediakan oleh Ikatan Alumni FKUI dan FIAKSI, diharapkan dan menampung dan memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi oleh para dokter, dan insternshi di lapangan, baik di daerah pedalaman maupun daerah konflik. (Red/Rlz/Ymn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *