Toto Hoedi Padukan Genre Horor dan Komedi Dalam Film Gerbang Setan

Spread the love

Cakrawala Merah, Jakarta – Sutradara handal Toto Hoedi kembali menghasilkan karya film terbaru bergenre horor komedi “Gerbang Setan” yang rencananya akan tayang mulai 17 Juli 2025 di seluruh bioskop tanah air

SetiaOne Vision (SOV) merupakan rumah produksi pendatang baru yang siap menggebrak layar lebar dengan film yang memadukan dua genre populer horor dan komedi dalam satu sajian menarik yang segar dan menghibur.

Film Gerbang Setan mengikuti kisah lima sahabat Diki, Beni, Rachel, Bagas, dan Wina yang memutuskan untuk melakukan wisata horor ke sebuah desa terpencil bernama Desa Lawase Urip. Niat awal mereka hanya untuk mencari sensasi liburan ekstrem, namun perlahan berubah menjadi pengalaman supranatural yang penuh misteri dan ancaman.

Di desa tersebut, mereka menghadapi berbagai fenomena mistis seperti kemunculan makhluk halus, ritual sesajen, praktik klenik, hingga mitos kuat tentang roh leluhur. Tanpa disangka, mereka menemukan bahwa desa tersebut menyimpan rahasia kelam yang berkaitan dengan “Gerbang Setan”. Rasa penasaran membawa mereka pada pencarian penuh ketegangan yang sarat kejutan.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor dan komedian ternama seperti Rizza Fahlevi, Ummy Quary, Renaga Taher, Rachel Oldham, Mc Danny, Jarwo Kwat, Cak Lontong, Komeng, Opi Kumis, Marsya Adinda, Rizky Inggar, Eman 4 Sekawan, Ginanjar 4 Sekawan, Denny Chandra, Bopak Castello, Baron Hermanto, Ferdi Ali, Novilia Annisa, Atep Rizal, Kadir, hingga Sri Atun.

Saat ditemui usai Spesial Screening, Toto mengungkap bahwa dalam pembuatan film Gerbang Setan, dirinya memberikan kebebasan kepada para pemain untuk melakukan improvisasi guna kesempurnaan film ini

“Improvisasi itu penting, apalagi bagi pelawak. Saya beri ruang 30% supaya mereka bisa mengeluarkan ekspresi asli mereka, tanpa mengganggu alur cerita. Kalau semuanya kaku, ya lucunya nggak keluar,” ungkapnya

Lebih lanjut,Toto mengungkap bahwa film ini dibuat dengan konsep yang ringan namun tetap menghibur dan tetap mengedepankan perpaduan unsur horo dan komedi

“Film ini dibuat dengan konsep yang sederhana, ringan, dan menghibur. Meskipun bernuansa horor, namun kami sengaja menyisipkan komedi yang bisa dinikmati semua usia, terutama remaja dan keluarga” imbuhnya

Proses produksi dilakukan selama 25 hari, dengan latar lokasi di kawasan eksotis Bogor dan Jakarta. Sementara beberapa bagian drama dalam film direkam di Wonosobo, Jawa Tengah.(Red/Ymn/rlz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *