Kementan dan PERHEPI Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan: Dorong Ekosistem Kewirausahaan Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045

Spread the love

CAKRAWALA MERAH, JAKARTA – Kementerian Pertanian RI bersama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), pada Kamis (16/07/2026) menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan dengan tema “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”

Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian RI, Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Jakarta Selatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran wirausaha pertanian dalam transformasi ekonomi nasional.

Dihadiri Pimpinan Nasional dan Pakar Ekonomi Pertanian

Seminar ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kementerian dan pakar pertanian:

Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. – Menteri Pertanian RI menyampaikan _Opening Speech_

Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. – Menteri PPN/Kepala Bappenas sebagai _Keynote Speaker_ 

Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryantono,M.Si. – Ketua Umum PERHEPI memberikan sambutan

Selain itu, seminar menghadirkan narasumber kompeten dari bidang kebijakan, akademisi, dan pelaku usaha:

Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P. – Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian

Dr. Etriya, S.P., M.M. – Pengurus PERHEPI  

Gunawan Wibisana Young Ambassador Agriculture

BPPSDMP: Buka Akses Perpustakaan, Museum Tani, dan Lanjutkan Program YESI 2027

Dalam pemaparannya, Kepala BPPSDMP Dr. Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi dan modernisasi kelembagaan pertanian.

1. Terbuka untuk Akademisi dan Inovasi

BPPSDMP membuka seluas-luasnya akses perpustakaan dan rencana pengembangan Museum Tani di Bogor, depan Kebun Raya.  

“Kami punya koleksi perpustakaan yang luar biasa. Kami juga sedang menyiapkan Museum Tani yang strategis di Bogor. Ini bisa jadi tempat diseminasi inovasi untuk semua pihak, terutama kalangan pendidikan dan akademisi. Silakan berkunjung ke Jakarta dan Bogor,” ujar Dr. Idha.

2. Penguatan Kompetensi dan Uji Profesi 

Melalui Pusat Pembinaan Peningkatan Kompetensi ASN Pertanian, BPPSDMP akan menyelenggarakan diklat, peningkatan kapasitas penyuluh, serta uji kompetensi bagi SDM pertanian profesional.

3. Kelembagaan Petani Wajib Berbisnis  

Dr. Idha menegaskan kelembagaan pertanian ke depan tidak boleh hanya terbentuk karena program pemerintah.  

“Pertanian modern harus didukung kelembagaan yang modern. Lembaga ekonomi petani tujuannya harus untuk berbisnis, punya jiwa kewirausahaan, dan berkelanjutan. Kita dorong kelembagaan ini tumbuh seperti perusahaan,” tegasnya.

4. Program YESI 2027: Cetak Wirausaha Muda Pertanian*  

Terkait kewirausahaan, BPPSDMP telah menuntaskan Program YES pada 2025 dan akan melanjutkan dengan *Program YESI pada 2027*. Program ini fokus mendorong anak muda di seluruh Indonesia menjadi wirausaha pertanian.

“Kami mendorong anak muda lewat contoh nyata dari pelakunya. Ada Mas Gunawan, Mas Ijal, dan Mbak Nurul. Dulu usahanya masih kecil, sekarang berkembang. Dari mereka inilah anak muda lain bisa terinspirasi dan membentuk cluster usaha,” jelas Dr. Idha.

Program YESI ditargetkan mampu melahirkan komunitas wirausaha muda yang menjadi penggerak ekosistem pertanian berkelanjutan.

Menuju Indonesia Emas 2045 Lewat Kewirausahaan Pertanian

Seminar Nasional Kewirausahaan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dan PERHEPI untuk menciptakan ekosistem yang mendukung produktivitas, inovasi, dan transformasi ekonomi pertanian. 

Dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha muda, diharapkan lahir wirausahawan pertanian baru yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar Nasional Kewirausahaan 2026 ini merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian RI dan PERHEPI untuk memperkuat jejaring wirausaha, kebijakan, dan riset di sektor pertanian. (Red/Ymn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *