Delegasi Produsen Suplemen Kesehatan Shandong Melakukan Survey Pasar

Spread the love

Cakrawala Merah, Jakarta – Shandong Nutrition and Health Food Industry Association (Asosiasi produsen suplemen kesehatan Shandong, China) ingin mengetahui kondisi umum pasar suplemen kesehatan di Indonesia, serta kemungkinan pelaku usaha dalam negeri Indonesia melakukan substitusi ke produk obat herbal (traditional Chinese medicine herbs). Mengingat ramuan herbal yang diracik bisa disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien, kombinasi berbagai jenis tumbuhan, mineral serta bahan alami lainnya.

Merespons hal tersebut, ketua umum Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) mengatakan bahwa produsen obat herbal China harus bekerja lebih keras. Kalau produsen China lebih membidik konsumen keturunan Tionghoa, tentunya ceruk pasarnya hanya sekitar tiga persen. 

“Populasi konsumen yang keturunan Tionghoa sekitar tiga persen. Selain di Indonesia, ada Gabungan Pengusaha (GP) jamu yang juga counterpart APSKI. Produk obat herbal asal China tentunya bisa masuk pasar Indonesia, tapi upaya tersebut sangat challenging ,” ketua umum APSKI Decky Yao mengatakan kepada Redaksi.

Obat herbal TCM (traditional Chinese medicine) bisa sebagai komplementer, karena peran dan khasiatnya. Seperti pengobatan Barat dan Timur, masing-masing ada keunggulan. TCM lebih mengedepankan konsep energy vital atau Qi . TCM juga system pengobatan holistic berusia ribuan tahun, berakar dari falsafah kuno China. Kondisi umum, pertumbuhan pasar suplemen di Indonesia tumbuh pesat apalagi waktu pandemic covid-19 dan pasca berakhirnya status pandemi tersebut. 

“Kesadaran masyarakat Indonesia semakin meningkat, mengenai manfaat mengkonsumsi suplemen, herbal. Tapi pasar di Indonesia juga sangat challenging untuk importir termasuk yang dari China,” kata APSKI.(kiri - kanan); Zhao Zhipeng (Dongying Nuokang Biotechnology), Cindy (penterjemah), Esther Gu (Shandong Hongjitang Pharmaceutical Group), Hanna Subiantoro (wakil ketua umum APSKI), Decky Yao (ketua umum APSKI), Liu Mengmeng (Shandong Nutrition and Health Food Industry Association), Cathy Lu (Shandong Hongjitang Pharmaceutical Group), Li Zuohua (Fude Health)

Pertemuan antara delegasi Shandong dengan APSKI berlangsung sekitar 90 menit di Jakarta. Delegasi Shandong terdiri dari Liu Mengmeng serta Esther Gu dan Catty Lu (Hongjitang Pharmaceutical Group), Li Zuohua (Fude Health), Zhao Zhipeng (Dongying Nuokang Biotechnology). Sementara dari APSKI, selain Decky, hadir Hanna Subiantoro (wakil ketua umum) dan Yuni (staf secretariat). Beberapa perusahaan suplemen dari luar negeri terutama Australia juga sudah sekitar 10 tahun memasarkan produknya di Indonesia. Beberapa konsumen di Indonesia juga sebelumnya masih minded dengan produk suplemen dari luar negeri. 

“Tetapi beberapa tahun belakangan ini, Indonesian local supplements manufacturer sudah meningkatkan kualitas produknya. Kepercayaan konsumen Indonesia terhadap produksi dalam negeri semakin meningkat. Namun lebih dari 90 persen bahan baku suplemen produksi Indonesia, masih mengandalkan  impor dari China, Amerika, Australia dan negara lainnya. Ini juga tantangan buat kami,” kata Decky Yao.

Tantangan lain, yakni ketentuan pengurusan sertifikat halal produk menjelang implementasi kebijakan Wajib Halal Oktober 2026 yang akan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026. Hal tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Perusahaan tidak hanya sebatas menerapkan ketentuan halal pada bahan baku, tapi juga proses produksinya. Produsen harus juga focus pada sistem penyimpanan dan perjalanan produk tersebut sampai ke tangan konsumen, sehingga terjamin halal. Produk halal tidak boleh terkontaminasi oleh produk non-halal jika berada di gudang yang sama atau diangkut dengan armada yang sama. 

“Sehingga rantai pasok terintegrasi untuk halal, dari pabrik hingga ke rak toko,” pungkas Decky Yao kepada Redaksi Cakrawala Merah.(red/Ly/Yn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *