PT Green Power Group Tbk Gelar RUPST 2026, Paparkan Strategi Ekspansi Energi Terbarukan

Spread the love

CAKRAWALA MERAH, JAKARTA – PT Green Power Group Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sekaligus Paparan Publik untuk tahun buku 2025 di Jakarta, Kamis 30 Juli 2026 di Jakarta Selatan.

Rapat dipimpin oleh Komisaris Utama dan Direktur Utama perseroan serta dihadiri pemegang saham, dewan komisaris, direksi, dan analis secara langsung maupun daring.

RUPST Setujui Laporan Keuangan dan Dividen

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan. Agenda utama meliputi pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, penetapan penggunaan laba bersih, serta penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2026.

Perseroan juga menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebagai bentuk apresiasi atas kinerja positif sepanjang 2025. Besaran dividen dan jadwal pembagian akan diumumkan lebih lanjut sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, RUPST memberikan persetujuan atas perubahan susunan pengurus perseroan dan pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2026.

Direktur Utama PT Green Power Group Tbk menyampaikan bahwa hasil RUPST mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya. Keputusan RUPST hari ini menjadi landasan kami untuk melangkah lebih agresif dalam pengembangan bisnis energi terbarukan,” ujarnya.

Paparan Publik: Kinerja 2025 dan Strategi 2026

Usai RUPST, perseroan melanjutkan dengan Paparan Publik untuk menyampaikan kinerja, prospek usaha, serta strategi ke depan kepada publik dan investor.

Sepanjang 2025, PT Green Power Group Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang didorong oleh beroperasinya beberapa proyek pembangkit energi terbarukan dan peningkatan efisiensi operasional. Perseroan juga berhasil menjaga rasio utang pada level yang sehat serta memperkuat struktur permodalan.

Untuk 2026, perseroan menetapkan 3 pilar strategi utama:

1. Ekspansi Proyek Energi Hijau 

PT Green Power Group Tbk akan mempercepat pembangunan proyek PLTS, PLTB, dan PLTM yang saat ini dalam tahap pengembangan. Perseroan menargetkan penambahan kapasitas terpasang guna mendukung target bauran energi nasional.

2. Penguatan Kemitraan Strategis

Perseroan akan menjalin kerja sama dengan investor strategis, lembaga keuangan, dan mitra teknologi untuk mempercepat eksekusi proyek serta mengakses pendanaan dengan biaya kompetitif.

3. Digitalisasi dan ESG

Transformasi digital di seluruh lini operasional akan terus didorong untuk meningkatkan efisiensi. Di sisi lain, perseroan berkomitmen memperkuat implementasi prinsip ESG – Environment, Social, and Governance – sebagai bagian dari keberlanjutan usaha.

“Kami optimis 2026 akan menjadi tahun pertumbuhan. Dengan dukungan pemegang saham, kami siap memperbesar kontribusi dalam transisi energi Indonesia sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambah Direksi.

Komitmen pada Keberlanjutan

Dalam Paparan Publik, manajemen juga menegaskan komitmen PT Green Power Group Tbk terhadap keberlanjutan. Perseroan aktif menjalankan program CSR di wilayah operasional, pemberdayaan masyarakat, dan pengurangan emisi karbon melalui portofolio energi bersih.

Dengan disahkannya seluruh agenda RUPST dan dipaparkannya strategi 2026, PT Green Power Group Tbk siap memasuki babak baru pertumbuhan. Perseroan menargetkan menjadi salah satu pengembang energi terbarukan terdepan di Indonesia yang tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Tentang PT Green Power Group Tbk  

PT Green Power Group Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Perseroan berkomitmen mendukung percepatan transisi energi di Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *