Cetak Sejarah, Gereja Kemah Injil (KINGMI) Klasis Balim Tengah Jemaat Betel Dibantu Rp5 Miliar, dari Gubernur John Tabo

Spread the love

Cakrawala Merah, Jakarta, – Ketua Kaum Profesional Gereja Kemah Injil (KINGMI) Koordinator Jayawijaya Klasis Balim Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, Asis Lani, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (HC) John Tabo, M.B.A Apresiasi ini diberikan atas bantuan dana sebesar Rp5 Miliar yang dikucurkan pemerintah provinsi papua pegunungan untuk mendukung pembangunan fisik rumah ibadah bagi Jemaat Betel.

Bantuan bernilai fantastis ini dinilai menjadi catatan sejarah baru bagi pelayanan jemaat Betel di provinsi Papua pegunungan .

“Kami dari Klasis Balim Tengah Jemaat Betel tidak bisa membalas apa pun. Kami hanya mampu melayangkan doa terbaik agar Bapak Gubernur senantiasa diberkati Allah di surga. Atas nama seluruh jemaat Betel dan Klasis Balim Tengah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan nyata yang kami terima hari ini. Tuhan Yesus memberkati,” ujar Asis Lani Ketua Kaum Profesional Gereja Kemah Injil (KINGMI) Koordinator Jayawijaya Klasis Balim Tengah sekaligus sebagai Ketua DPW PKB provinsi Papua Pegunungan, sebagai Partai Pengusung dan Koordinator Tim Pemenangan (JHONES) keterangan tertulisnya pada Sabtu (25/7/2026).

Asis Lani yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa momen ini adalah bukti nyata dari keberhasilan pemekaran daerah. Sejak disahkannya UU No. 16 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan, dampak pembangunan dan perhatian terhadap umat beragama kian dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput.

Ia juga mengenang rekam jejak John Tabo yang sejak awal berjuang sebagai Ketua Tim Sukses Pemekaran provinsi Papua pegunungan hingga akhirnya dipercaya memimpin Provinsi Papua Pegunungan. Pengorbanan dan komitmen tersebut kini mewujud pada pemerataan bantuan yang tidak memandang latar belakang golongan atau denominasi gereja tertentu.

“Sejarah mencatat, saat masih bergabung dengan provinsi induk, kami sudah tiga kali mengajukan proposal kepada Gubernur namun dibawah kepemimpinan Bapak John Tabo, harapan jemaat akhirnya terjawab,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Asis menepis di anggap keliru di tengah masyarakat yang sempat menilai kepemimpinan Gubernur hanya berpihak pada satu kelompok atau denominasi gereja saja.

“Isu yang menyebutkan bahwa Gubernur hanya memperhatikan satu golongan gereja (Gidi) adalah salah terjemahan. Bapak Gubernur John Tabo adalah milik masyarakat di delapan kabupaten. Beliau merangkul dan membantu seluruh gereja tanpa membeda-bedakan. Hari ini kami telah menyaksikannya sendiri dan kami sangat menghormati komitmen tersebut,” pungkas Asis.(rlz/yn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *