Orlane Manfaatkan Kulit Lele Untuk Kolagen Kosmetik

Spread the love

Cakrawala Merah, Bogor – Kolagen dari kulit ikan lele merupakan sumber protein yang baik dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk industri kosmetik, khususnya dalam hal perawatan peremajaan kulit (skin rejuvenation) dan riasan wajah tebal/tipis, sebagai cara kaum hawa untuk tampil percaya diri atau proyek special effect (SFX) makeup artist. 

Selama ini kosmetik yang digunakan konsumen di Indonesia lebih banyak untuk estetika atau keindahan. Sementara di luar negeri, kosmetik khususnya yang menggunakan bahan dasar kolagen dimanfaatkan untuk skin rejuvenation dan estetika.

“Bahan dasar kosmetik, (yakni) kolagen untuk menunjang peremajaan kulit. kolagen dari kulit lele sangat prospektif, ketimbang lele hanya masuk pasar tradisional. Kesempatan untuk mengolah kulit lele untuk kosmetik,” Salon dan penata rias rambut legenda” ungkap Susanna

Kolagen dari lele bisa mencapai 80-89 persen dari total protein kulitnya. Kolagen ikan memiliki ukuran molekul yang lebih kecil dibandingkan dengan kolagen dari hewan darat seperti sapi sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Kolagen ikan memiliki keunggulan karena berasal dari sumber yang halal dan mudah diserap oleh tubuh.

“Perusahaan kosmetik dalam negeri sebatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk estetika, bukan rejuvenation. Di luar negeri, masyarakat mencari kedua-duanya, yakni estetika dan rejuvenation yang masing-masing bahan dasarnya berbeda,” kata pendiri usaha kosmetik Perancis Orlane di Bogor.

Melihat orientasi pasar kosmetik, Susan berencana menggelar pelatihan budidaya lele. Rencana kegiatan pelatihan keterampilan kerja budidaya ikan konsumsi, Susan menarget pensiunan baik aparatur sipil negara (ASN) maupun swasta berkesempatan tetap produktif serta berkontribusi kepada masyarakat, keluarganya terutama yang menetap di Bogor, Jawa Barat.

Bagi sebagian orang, pensiun bukanlah akhir dari kegiatan produktif, tetapi awal dari babak baru yang penuh dengan kesempatan. Pensiunan di Bogor antusias, ada yang mengkombinasi budidaya ikan dan tanaman, disisi lain, budidaya ikan menunjang suksesnya program makan bergizi gratis.

“Tapi target kami, peserta pelatihan bisa meningkatkan pertumbuhan lele. Industri pengolahan kulit lele dengan kolagennya tidak tertutup kemungkinan untuk ekspor dan kita punya ahli untuk processing– nya. tapi hal yang tidak kalah penting, bagaimana kami bisa membuka pasar ekspor melalui networking di luar negeri” pungkas pemilik nama Tionghoa, Poei An Nio di Bogor.(red/ly/ymn) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *