KADIN Indonesia, CCPIT Hubei Bangun Kerjasama Perdagangan dan Investasi

Spread the love

Cakrawala Merah, Tangsel – China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Hubei Sub-council merespons tawaran prospek kerjasama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bidang pertanian, khususnya perdagangan, diversifikasi produk pertanian dan perikanan. selain, pihak CCPIT dan KADIN claim memiliki berbagai fasilitas penunjang khususnya laboratorium untuk pengujian mutu dan keamanan pangan. 

“Prospek kerjasama perikanan, pertanian, kami punya fasilitas pengiriman kargo melalui terminal bandara di Hubei. Dari tahun ke tahun, sekarang banyak produk pertanian dikirim dari Afrika Selatan melalui terminal kargo ini, serta didistribusikan ke seluruh negara di China,” ungkap Deputi Presiden CCPIT Hubei, Shi Minghui

Pada pertemuan dan penandatangan MoU (memorandum of understanding) kedua belah pihak, KADIN menawarkan fasilitas jasa perizinan investasi dan lain sebagainya. Selain prospek kerjasama bidang terkait, seperti _logistic, trading house_ juga masih sangat terbuka, mengingat KADIN juga mengelola berbagai sumber daya yang ada. 

“Bahkan fasilitas warehousing juga memungkinkan. Registrasi produk yang masuk ke Indonesia dan China sangat butuh fasilitas, tenaga professional dan lain sebagainya. Kami bisa memposisikan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya,” kata Devi Erna mewakili KADIN Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam di gedung Menara KADIN, Kuningan Jakarta Selatan berlangsung dengan suasana hangat serta penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum untuk membangun hubungan persahabatan. Selain itu, ada beberapa perwakilan dari Indonesia Eurasia International Council (IEIC) yakni Ruslan Israpil (asal Rusia) dan Arif Budiman. Sementara dari pihak CCPIT Hubei, sebagian besar adalah pengusaha berlatar belakang industry bahan bangunan serta jasa pekerjaan konstruksi. Kunjungan ke KADIN juga bertepatan dengan keikutsertaan beberapa pengusaha di bawah CCPIT Hubei, pada Indo Build Tech di ICE BSD, Tangerang Selatan Banten (7 – 10 Juli)

Prospek ekspor produk seafood dan buah-buahan asal Indonesia masih sangat terbuka. Sementara, fasilitas terminal kargo belum tersebar merata di berbagai provinsi di China. Sehingga CCPIT meyakini kalau volume ekspor impor produk perikanan, pertanian semakin meningkat, kebutuhan fasilitas terminal kargo otomatis meningkat juga. 

“Kegiatan logistic kami, mulai dari lahan pertanian sampai meja makan (konsumen) dengan layanan 24 jam non stop dan terminal cargonya. Kami impor 4000 ton durian dari Malaysia dan Bangkok. Mungkin kedepannya, kami berharap impor durian dan kopi dari Indonesia. selama ini, kopi dari Kenya (Afrika) yang lebih banyak masuk ke pasar China. Dan tentunya dikirim melalui fasilitas terminal cargo kami,” kata Shi Minghui.

Dalam agenda pertemuan yang diantaranya adalah penandatangan  memorandum of understanding (MoU) antara CCPIT Hubei dan Indonesia – Eurasia International Council atau IEIC

Devi Erna yang hadir mewakili KADIN Indonesia (tengah) mengikuti prosesi tukar menukar cindera mata usai pertemuan dan pembahasan prospek kerjasama perdagangan dan investasi dengan delegasi CCPIT Hubei yang dipimpin Shi Minghui, tampak mengambil posisi ke 3 dari kanan. (Red/Ly/Ymn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *