Cakrawala Merah, Jakarta – Sejumlah elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) menggelar aksi pernyataan sikap bersama di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/7). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini membawa pesan krusial bertajuk “Jangan Biarkan Jokowi & Oligarki Merampok Kedaulatan Rakyat”.
Aksi ini diinisiasi sebagai respons tegas para aktivis civil society terhadap situasi sosial, politik, dan ekonomi nasional saat ini. GMKR menilai adanya indikasi kuat bahwa kedaulatan yang seharusnya berada di tangan rakyat kini kian tergerus oleh kepentingan segelintir kelompok oligarki.
Dalam orasinya, perwakilan panitia pelaksana menegaskan bahwa kehadiran para pejuang aktivis hari ini merupakan wujud komitmen moral dan konsistensi dalam mengawal nilai-nilai demokrasi.
“Kita tidak boleh tinggal diam melihat arah bangsa yang semakin menjauh dari cita-cita reformasi. Konsolidasi di Gedung bersejarah ini adalah simbol bahwa semangat perjuangan rakyat belum padam,” ujar salah satu pendiri GMKR , Muryono Aladin di lokasi acara.
Melalui pernyataan sikap ini, GMKR mengeluarkan beberapa poin tuntutan utama, di antaranya:
1. Menolak segala bentuk kebijakan yang hanya menguntungkan kelompok oligarki dan mengorbankan hak-hak dasar rakyat.
2. Menuntut pengembalian fungsi kontrol publik dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan.
3. Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan buruh untuk bersatu padu menjaga kedaulatan negara dari cengkeraman kekuasaan yang koruptif.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KNPRI Mengajak semua pihak untuk bersatu dan mencegah perpecahan dalam pihaknya
“Kita harus bersatu dan jangan mau dipecah belah, teruskan perjuangan sampai akhir” ujarnya
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan aktivis dari berbagai latar belakang organisasi yang mengenakan atribut kebanggaan masing-masing, sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman perjuangan. GMKR memastikan gerakan moral ini akan terus berlanjut hingga kedaulatan sepenuhnya kembali ke tangan rakyat.
