IEIC Optimis Penguatan Kemitraan Strategis dengan Tiongkok

Spread the love

Cakrawala Merah, Jakarta – Indonesia Eurasia International Council (IEIC) optimis dengan penguatan kemitraan strategis memperkuat kerjasama ekonomi, perdagangan, investasi pasca partisipasi dalam beberapa pertemuan dengan kunjungan delegasi dari berbagai provinsi di Tiongkok. Salah satunya, partisipasi IEIC dengan delegasi dept. of agriculture and rural affairs of Hunan Province pada April tahun lalu di Jakarta.

“Partisipasi kami berkorelasi dengan upaya penguatan kemitraan, utamanya investasi. Karena nilai investasi Tiongkok cukup besar sekarang ini,” ungkap President IEIC, Devi Erna Rachmawati kepada Redaksi.

IEIC merupakan organisasi yang berfokus pada penguatan hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, budaya, pendidikan, dan diplomasi masyarakat antara Indonesia dan negara-negara kawasan Eurasia. IEIC berperan sebagai platform kolaborasi bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan.

“Kami bisa sebagai advisor untuk investasi, termasuk screening, misalkan penentuan bonafiditas perusahaan dalam negeri Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Pertanian.

Tiongkok merupakan salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan bilateral yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan setiap tahunnya. Sinergi antara Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi kawasan serta menciptakan peluang investasi baru yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami juga kolaborasi dengan berbagai Perusahaan Rusia yang mau investasi. Kami buatkan Feasibiity Study (FS) untuk pengamanan investasi sektor kesehatan, pertanian,” imbuh Devi Erna.

IEIC juga melihat prospek Indonesia untuk kemitraan, terutama posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Sementara Tiongkok merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Kolaborasi yang erat antara kedua negara akan membuka akses pasar yang lebih luas, transfer teknologi, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.


Selain itu, IEIC juga mendorong penguatan kerja sama dalam sektor ketahanan pangan, modernisasi pertanian, pengembangan industri hilirisasi, energi hijau, ekonomi digital, serta konektivitas perdagangan yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Eurasia dan Tiongkok.

“Yang terbaru, kami gelar kegiatan program CSR (corporate socia responsibility) untuk bantu petani, pembudidaya. tahun lalu ada kunjungan ke Uzbekistan. Dalam waktu dekat, awal Juli kami berharap ada penandatanganan MoU ( Memorandum of Understanding ) dengan beberapa delegasi termasuk CCPIT ( The China Council for the Promotion of International Trade ),” pungkas Devi Erna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *