Film Normal (2026) – “Kota Kecil, Simpan Rahasia Besar”

Spread the love

Cakrawala Merah, Jakarta – Tampaknya ungkapan, Don’t judge a book by it’s cover’ cukup tergambar dalam film ‘NORMAL’ yang tayang pada tahun 2016 ini. Bagaimana tidak, sebuah kota kecil yang jauh dari hiruk pikuk dan segala dinamika kehidupan, ternyata menyimpan sebuah rahasia besar yang sangat mencengangkan. 

Film NORMAL ini bercerita tentang seorang Sheriff pengganti bernama Ulysses, diperanin Bob Odenkirk, yang ditugasin ke kota kecil bersalju bernama Normal, Minnesota. Dia pikir ini tempat pensiun tenang buat kabur dari masalah rumah tangga. Eh malah kejebak perampokan bank gagal yang ngebuka rahasia gelap: kota “normal” ini ternyata sarangnya kriminal internasional dan Yakuza. Jadinya sheriff baik-baik vs satu kota yang gak senormal namanya.

Bahkan film ini semakin menegangkan ketika Yakuza datang ke kota Normal karena mendapat kabar bahwa aset mereka dirampok oleh Sherrif dan perampok amatiran.

Film ini diperankan dengan sangat bagus oleh Bob Odenkirk lagi-lagi jago setelah sukses bermain dalam film Nobody & Better Call Saul, dia masih enak diliat jadi “bapak-bapak biasa tapi bisa berantem”. Aktingnya datar pas awal, terus meledak pas rusuh. Lucu dan ngeri pas barengan.

Diperkuat dengan sentuhan talenta sutradara Ben Wheatley yang bikin Free Fire, High Rise. Gaya tembak-tembakannya praktis, gak CGI lebay. Suasananya kayak “inverted High Noon” – sheriff malah lawan kotanya sendiri

Menyaksikan film ini yang menit-menit awal yang menampilkan suasana kehidupan warga kota Normal memang membuat sebagian penonton sedikit merasa jenuh,namun seperti halnya cuaca yang sangat tenang sebelum badai, beberapa menit kemudian penonton akan dibuat tercengang dengan berbagai scene yang ditampilkan, sehingga akan semakin terlihat jelas nada filmnya yang pas dengan racikan campur action plus thriller dan komedi gelap ala Derek Kolstad penulis John Wick.

Awalnya slow-burn kayak misteri, terus meledak rusuh brutal. Scene tembak-tembak juga bom di bank vault lumayan inventif

Sebagaimana film-film pada umumnya, tentu film ini jga mempunyai kekurang dari sudut pandang tertentu seh :

1. Cerita standar : Konsep “kota kecil ternyata jahat” udah sering. Plot twist-nya ketebak kalau udah biasa nonton film genre gini

2. Violence kebangetan: Rating R. Berantem plus tembakannya “endlessly violent”. Kalau gak kuat gore, skip aja yaah

3. Karakter sampingan: Lena Headey jadi bartender dan Henry Winkler jadi walikota oke, tapi cuma numpang lewat. Fokusnya tetep ke Odenkirk doang

Namun overall, film ini cocok buat para pecinta dan fans film Nobody dan John Wick bahkan wajib nonton. Yang suka action brutal tapi masih ada humornya. Durasi 91 menit jadi gak kerasa lama. (Red/Das/Bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *