Cakrawala Merah, Tangsel – Fashion Show selalu identic dengan model cantik nan anggun sambil berlenggak-lenggok di atas catwalk. Namun fashion show yang berlangsung di Sapphire Sky hotel, BSD Tangerang Selatan, digelar dengan kreasi dan variasi yang lebih menarik dan dibarengi semangat sportivitas, ide brilian, tampil percaya diri bertalenta menyongsong masa depan masing-masing. Acaranya diberi nama Little Kartini Fashion Contest 2026 kali ini menampilkan dua kategori umur (4 – 6, 7 – 10 tahun) diikuti sekitar 78 peserta anak-anak
“Harapan kami, adik-adik peserta lomba menampilkan talenta yang berguna untuk masa depannya. Karena temanya juga Pesona Kartini, sangat relevan terutama pemikiran dan perjuangannya. Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904) juga pahlawan emansipasi” ungkap Yohanes Parwoto, General Manager Sapphire Sky hotel, BSD Tangerang Selatan, Banten.
Acara berlangsung sejak pukul 9.30 – 14.30, diikuti oleh para peserta dari berbagai tempat terutama Banten, Jakarta. Panitia awalnya hanya menarget sekitar 60 – 70 orang dan ternyata, antusiasme para orang tua cukup tinggi. Sehingga jelang hari-H, tercatat ada 80 orang namun kemudian ada dua orang peserta yang batal ikut lomba karena sakit.
Dengan semangat membangun talenta dan percaya untuk masa depan masing-masing, panitia mengundang tiga juri. Mereka adalah Muhammad Farhan dan Regina Nastalia yang juga peseerta kontes duta pariwisata dan kebudayaan bergengsi di Banten. Selain itu, ada Putri Anak Indonesia 2025, asal Banten 𝐀𝐳𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚 𝐅𝐡𝐚𝐝𝐢𝐥𝐥 sebagai dewan juri.
“Acara ini yang ke-6 kalinya diselenggarakan di Sapphire Sky. Setiap kali ada event seperti ini, kami yakin bisa membantu promosi pariwisata. Semangat peserta kontes juga bukan menang atau juaranya, tapi sportivitas, semangat membangun talenta untuk masa depan masing-masing,” kata Yohanes Parwoto.
Sementara itu, orang tua salah satu peserta kontes, Vera mengaku dapat info mengenai Little Kartini Fashion Contest 2026 di Sapphire Sky, dari Instagram. Ini pertama kalinya, ia mengikut-sertakan anaknya pada fashion contest di Sapphire Sky. Karena selama enam kali kontes di Sapphire Sky, panitia selalu mengusung tema yang berbeda.
“Kalau pada Agustus, pasti temu contest nya dengan semangat, tema Hari Kemerdekaan, semangat berkarya,” kata Vera.
Putranya yang bernama Christoff Aiden Nicholas ikut fashion contest di Sapphire Sky Hotel dengan mengenakan pakaian khas Dayak Kalimantan Tengah. Vera mendaftarkan Christoff pada kategori A (4 – 6 tahun). Sebelumnya, Christoff sempat ikut fashion show di KB-TK Tarakanita Gading Serpong.
“Karena ikut fashion show di Tarakanita, dia menang. Saya terdorong ikut di Sapphire Sky, Tema kontes di sekolahnya juga sama, mengenai Hari Kartini. Tapi acara berlangsung tepat tanggal 21 April 2026, saat peringatan hari Kartini. Kostum Christoff juga sama, tradisional Dayak Kalimantan Tengah” tutur Vera
Vera juga mengungkapkan alasanny memilih pakaian adat Dayak untuk putranya,selain karena motif dan desain yang bagus, juga karena dirinya juga berdarah Kalimantan Tengah.
“Karena saya masih keturunan Kalimantan Tengah, saya pilih baju khas Dayak. Saya sewa kostumnya karena ini baru pertama kali ikut. Baju khas Dayak juga simple. Saya bikin aksesoris dari bahan kardus, terutama tameng dan pisau khas Dayak. lalu, tameng dan pisaunya dicat dan diberi motif gambar,” pungkas Vera.
Perlombaan Little Kartini Fashion Contest 2026 di Sapphire Sky hotel, BSD Tangerang Selatan diikuti oleh para peserta dari berbagai tempat terutama Banten, Jakarta. Panitia awalnya hanya menarget sekitar 60 – 70 orang. Tapi ternyata, antusiasme para orang tua cukup tinggi, sehingga jumlah peserta mencapai 80 orang. (Red/Ly)
